Sunday, October 24, 2010

Merapi kembali mengancam




Merapi dengan ketinggian 2.959 meter di atas permukaan air laut merupakan salah satu gunung teraktif di dunia. Menurut Data Dasar Gunungapi Indonesia, gunung yang bersandingkan dengan Gunung Merbabu ini, pertama kali meletus pada tahun 1006. Sampai Februari 2001, Merapi sudah meletus sebanyak 82 kali. Sejarah menyebut, letusan Merapi yang berdampak besar terjadi pada tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. 


Masih segar di pikiran kita tentang peristiwa merapi tahun 2006 lalu yang memakan korban di bunker yang diharapkan menjadi tempat perlindungan dari keganasan merapi. Dua relawan, Sudarwanto dan Warjono, tewas di bunker yang berada di Kaliadem, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Keduanya tak bisa lari dari terjangan awan panas yang mengepung bunker. 

Kali ini, Merapi kembali hadir dengan ancaman baru, dan yang paling akrab terdengar di telinga kita adalah akhir-akhir ini status Merapi dinaikkan dari waspada menjadi siaga , bahkan sudah naik lagi menjadi AWAS. Namun kenaikan status ini tak membuat warga yang tinggal di sekitar resah, mereka masih menjalankan aktifitas seperti hari hari biasanya.


Sang juru kunci, mbah marijan nama akrabnya, kata kakak saya yang dia denger dari temannya, ternyata sudah turun mulai meninggalkan tempat tinggalnya. Katanya sih diperkirakan hari Jum'at (kata kakak), tapi itu semua kembali ke diri kita masing-masing, mau percaya apa nggak. Buat pembuktiannya kita cekidot hari Jum' at aja ya?haha serem amat.


Kalau liat dari perkembangan berita di media-media seputar masalah ini, barak pengungsian juga sudah mulai diaktifin lagi, semua jalan untuk akses ke tempat pengungsian yang sebelumnya dikeluhin warga karena rusak dan pada tahun 2006 sering menimbulkan kecelakaan juga mulai diperbaiki. Hewan-hewan, termasuk kera katanya udah berbondong-bondong turun nyelametin diri. Burung merak juga udah masuk ke pemukiman warga. Emang habitat burung merak bisa hidup di daerah lereng merapi ya?baru tau.


Kemarin juga baca di media ternyata korban 'serangan' awan panas yang waktu sebelum kejadian sudah mendapat gambaran ancaman lewat mimpi, beliau mendapat mimpi kalau disuruh pergi ke selatan karena merapi mau punya 'hajatan'. Ternyata benar dan kejadian memakan korban 48 jiwa, untung beliau masih bisa diselamatkan. Tapi, baru-baru ini beliau mendapat gambaran lagi, tetapi kata beliau arahnya akan ke barat dan timur. Sedangkan dari pemberitaan media, arahnya ke selatan,tepatnya sleman.


Apapun yang akan terjadi, kita harus banyak-banyak berdoa, berserah diri, dan beribadah yang rajin. Tapi juga nggak doain merapi cepet 'batuk' ko'. Semoga merapi cuma ngeluarin guguran lava n awan panas kayak taun 2006 aja biar tekanan panas di merapi jadi berkurang dan ga jadi 'ehem-ehem'. Semoga kota Jogja kita tercinta ini bisa tetep adem ayem. Allahumma Ammiiin.





No comments:

Post a Comment