Dengan spesifikasi ban kecil seperti sepeda hybird membuat sepeda jenis ini terlihat lebih enteng. Apa iya? Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Menurut pengalaman saya meminjam dari teman satu komunitas sepeda, sepeda ini lebih sulit dikendalikan dengan handle bar atau boso jowone stang yang lebih pendek, dan mengayuh sepeda tidak se-enteng seperti mengayuh sepeda jenis MTB atau yang lainnya.
Saat kita mengayuh sepeda ke belakang, kita pun akan berjalan ke belakang atau mundur. Dengan kondisi yang menyulitkan pesepeda seperti ini membuat kita akan cepat capek, apalagi jika anda coba bayangkan bersepeda dengan medan yang menanjak contohnya dari jalan kaliurang ke pakem. Jadi, apa menariknya?
Hal yang membuat sepeda ini menarik justru berawal dari tingkat kesulitan itu. Dengan mengayuh ke belakang kita bisa melakukan hal yang tak bisa dilakukan dengan sepeda jenis lain. Kita bisa melakukan atraksi dan freestyle dengan berbagai macam gaya dengan fixie ini, tentunya dengan latihan terlebih dahulu.
Sepeda jenis ini mulai banyak yang mengenal dan sudah banyak menjadi trend anak muda sekarang yang beralih dari sekedar melihat menjadi coba- coba membuat atau merakit dengan model yang mereka inginkan sendiri, termasuk saya.
Tapi, karena kurangnya budget yang membuat saya tidak bisa merealisasikan untuk merakit sepeda fixie ini. Sebenarnya biaya perakitan sepeda ini cukup murah, tetapi lagi- lagi saya tidak bisa karena terlanjur membeli part-part sepeda Downhill yang sejak lama saya inginkan. Part sepeda itupun masih nganggur di gudang karena belum beli part-part yang lain.hehehe. Sampai sekarang, saya masih setia dengan sepeda lawas xstrada merah hitam yang sudah menemani sampai ke dataran tinggi Dieng. Dengan xstrada ini juga saya pernah berangkat kuliah ke kampus uii tercinta yang letaknya lumayan nanjak dari tempat tinggal. Alhasil sampai di kampus, keringat segar mengalir bak air terjun...haiah,lebay. Anyway kenapa jadi curhat gini ya?hihihi.
my ride
1. Bersepeda akan memperbaiki sirkulasi darah secara keseluruhan. Yang terpenting adalah jantung akan bekerja lebih ekonomis karena performa pemompaan menjadi lebih efisien sehingga mengurangi tekanan darah secara keseluruhan dan mungarangi resiko penyakit jantung.
2. Pergerakan pada persambungan lutut dapat mendorong nutrisi kepada tulang rawan. Bersepeda adalah salah satu cara olah raga yang paling sedikit terjadi tekanan pada lutut dan cara yang paling baik untuk menguatkan tulang rawan.
3. Bersepeda dapat menstabilkan kinerja tulang punggung.
Sedangkan tujuan kita bersepeda adalah mengurangi gas buang dari emisi kendaraan yang sudah sangat banyak jumlahnya, serta untuk membuat bumi kita hijau kembali. Mulailah dari hal-hal kecil seperti ini, karena perubahan kecil akan berefek kepada hal- hal yang lebih besar. Jadi, apakah anda masih berpikir 2x untuk medapatkan tubuh sehat sekaligus menyelamatkan bumi kita? Jawablah dengan semangat sepedamu. Kring..kring..gowes..gowes. Ride yer bike.


No comments:
Post a Comment