Saturday, November 6, 2010

Bencana Di Negeriku

Pemberitaan merapi di media massa, maupun elektronik marak terdengar bahkan menjadi trending topik di jejaring sosial. Berita erupsi merapi yang dahsyat dan pengungsi yang terus bertambah ini telah menyedot perhatian warga masyarakat dan menggerakkan hati nurani kita. Semua penjuru berbondong-bondong 'berebut' mengulurkan tangan membantu saudara-saudara setenah air ini.

Berita di merapi ini ternyata lebih banyak di ekspose dibandingkan berita bencana di daerah lain, seperti gempa dan tsunami di Mentawai serta banjir di Wasior. Seakan-akan hanya korban bencana merapi yang membutuhkan bantuan. Hal ini bisa juga terjadi karena akses menuju ke Mentawai memang terbilang sedikit sulit, dan kadang harus menunggu waktu yang tepat untuk melewati laut dimana cuacanya tidak menentu. Sempat pula diberitakan tim reporter dari sebuah stasiun tivi hilang setelah sebelumnya dikabarkan akan meliput bencana di Mentawai dan hilang contact setelah berada di laut.

Kembali lagi ke merapi, adakah timbul pertanyaan diantara kita bahwa berita di televisi sedikit terlalu berlebihan ketika meliput dan kadang malah tak jarang menimbulkan kepanikan? Ya, seperti itulah yang ada di diberita, mereka juga kadang memberikan ifo yang salah, misal saja penyebutan nama tempat seperti  Bronggang, Cangkringan, Magelang Jawa Tengah padahal desa ini terletak di wilayah Yogyakarta. Ada lagi yang membuat warga sedikit kesal karena reporter melebih-lebihkan kejadian yang ada, misalnya waktu gunung merapi kembali erupsi, mengeluarkan awan panas yang hanya berjarak kurang dari 10km, diberitakan awan panas mencapai jarak 20km. Hal ini cukup membuktikan bahwa kadang penyampaian dan pemberian info akurat yang seharusnya didapat masyarakat berdasarkan fakta yang ada justru membuat warga panik menyelamatkan diri mereka masing-masing.

Terlepas dari itu semua kita juga harus bersyukur karena jika tidak ada mereka (reporter) maka kita juga tidak akan mengetahui berita-berita terupdate yang harus diketahui masyarakat. 

Apakah pemberitaan di media yang mayoritas mengabarkan tentang bencana merapi ini hanya sebagai sarana pengalih berita-berita dan kabar politik lainnya? Seperti kabar anggota DPR yang sedang plesir dan bersenang senang sementara warganya berusaha bangkit dari keterpurukan karena bencana yang terus melanda negeri ini. Sebenarnya apa yang mereka pikirkan?keegoisanlah yang berada dalam diri mereka. 

Sekali lagi saya hanya berharap agar kejadian kejadian ini cepat berlalu dan disikapi secara bijak, ambil sisi positif dan hikmah dibalik semua ini, jangan hanya mengeluh negeri kita terus didera bencana yang tak berujung. Mungkin ini cobaan yang diberikan sekaligus ujian apakah kejadian ini dapat membuat masyarakat Indonesia mengesampingkan keegoan, dan bersama-sama menyingsikan lengan baju membantu saudara-saudara mereka, semoga saja.



No comments:

Post a Comment